Rabu, 17 Juni 2020

Mengurus Perpanjangan SIM yang Habis masa berlakunya di Masa Pandemi

Baru tersadar ketika beredar info kelonggaran waktu bagi warga yang masa berlaku SIM nya habis di masa pandemi. Segera kulihat SIM di dompet, jreeeeng....betul saja kedua SIM ku habis masa berlakunya Mei 2020, yang artinya habis di masa pandemi. 

Berita demi berita disimak demi tidak tertinggal info. Dimulai dari mencari dimana saja gerai pelayanan SIM yang buka. 
Dari hasil penelusuranku didapatkan info seluruh Kantor Polres melayani, lalu satpas SIM Daan Mogot, satpas SIM kebon nanas, dan pelayanan SIM keliling di Taman Mini. 

Mulailah info dicari, berapa lama masa antri di masing-masing gerai pelayanan. Dan dari hasil penelusuran info bahkan ada yg antri mulai jam 3 dini hari. Ya Allah........tak terbayangkan. 

Pencarian info selanjutnya tetap dilakukan, berharap semakin hari semakin banyak gerai yang dibuka. Aku lebih memilih gerai yang terdekat dari rumah untuk mengurangi pergerakan. 
Sumber: https://telusur.co.id/detail/dispensasi-masa-perpanjangan-sim-ditambah-hingga-31-agustus

Alhamdulillah info diatas membuat lega. Meski demikian, pencarian info gerai pelayanan SIM terdekat yg buka dan dengan potensi antrian yang tidak membludak tetap dicari. 

Alhamdulillah tanggal 16 Juni 2020, ada info gerai satpas SIM Polresta Depok di Depok Town Square dibuka. Alhamdulillah ini sangat dekat dari rumah. 

Tanggal 17 Juni 2020, jam 9.30 aku berangkat ditemani suami. Antrian sudah mengular di depan salah satu mall di Depok ini. Info sempat simpang siur tentang cara masuk ke dalam mall, membuat antrian sempat kacau. Alhamdulillah akhirnya security menjelaskan bahwa wajib cuci tangan sebelum masuk mall. Antrian kembali rapi. Pukul 10.00 pintu mall dibuka, setiap orang di cek suhu tubuh, lalu naik dua lantai menuju satpas SIM. 

Prosedur yang aku jalani:
1. Ambil antrian pelayanan kesehatan untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Antrian hanya dibatasi 100 orang. Alhamdulillah aku mendapatkan nomor 89. Aku berhasil menghitung rata-rata waktu pelayanan di pelayanan kesehatan ini adalah 2menit per orang. Alhamdulillah aku dilayani sekitar pukul 12. Disini aku membayar biaya Rp. 35.000,-

Surat keterangan sehat ini bisa dari klinik atau puskesmas manapun, dengan masa berlaku 3hari. Jadi, kita bisa ke klinik terdekat untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Jadi tidak perlu antri lagi. 
ini bentuk surat keterangan sehatnya. 

2. Setelah mendapatkan surat keterangan sehat, lalu aku mengambil antrian di satpas SIM. Ada bapak polisi yang memegang antrian untuk dilayani proses perpanjangan SIM. Antrian yang tersedia pun hanya untuk 100 orang. 

Untuk antrian ini aku mendapatkan nomor 93, yang berarti memang ada orang-orang yang tidak melakukan pelayanan kesehatan di sini atau sudah melakukan pelayanan kesehatan sebelumnya. 

3. Masuk kedalam ruang pelayanan setelah menunggu giliran. Didalam ruangan ini kita diminta untuk menyerahkan FOTOKOPI KTP sebanyak SIM yang akan kita perpanjang. Karena aku akan perpanjang SIM A dan SIM C maka aku siapkan 2buah fotokopi KTP.  Beserta SIM yang akan diperpanjang lalu diminta membayar Rp. 215.000,- untuk dua buah SIM.  Rincian biayanya untuk apa saja, tidak sempat kubaca 😁 ikut saja deh.

fotokopo KTP jangan lupa Yaaa

Dari sini kita mendapatkan formulir isian yang harus kita isi sesuai KTP. Disediakan pulpen untuk menulis, tapi aku memilih memakai pulpenku sendiri. 
Formulir lalu diserahkan ke loket 2, disana ada bapak polisi yang sudah menunggu untuk menginput data kita. Aku diminta duduk dan menunggu nomor antrian 93 dipanggil. 
Tentu saja disini protokol kesehatan sangat ketat dilakukan. 

Ketika dipanggil, kita akan diminta sidik jari dan di foto. Lalu diminta menunggu di luar untuk mengambil SIM.

Proses ini selesai pukul 13.30

Alhamdulillah selesai
Resmi sudah punya SIM baru dengan wajah yang baru.

Tips n trick untuk antri perpanjangan SIM berdasarkan pengalamanku:
1. Pakai baju yang nyaman, karena antri akan membuat gerah. Bawa kipas bila perlu. 
2. Bawa minum dan sedikit cemilan atau bahkan makan siang agar lebih aman, kecuali sudah merasa aman jajan yaaa. 
Didalam gerai ada minuman dingin gratis berupa air mineral gelas. 
3. Bawa masker cadangan, karena gerah membuat masker lembab. 
4. Bawa hand sanitizer sendiri untuk keamanan. Meski sudah disediakan. Lebih nyaman saja. 
5. Bawa alat sholat sendiri demi keamanan kita sendiri. 
6. Kalau bisa KTP sudah di fotokopi dari rumah ya, jadi tidak antri. 

Buat yang butuh info gerai mana saja yang sudah dibuka, berikut tambahan infonya
sumber: https://www.motorplus-online.com/read/252196319/sebelum-berangkat-janganlupa-bawa-ini-bro-masalah-sepele-tapi-bikin-lama-proses-perpanjangan-sim?page=all

Silahkan ya teman-teman diurus segera, untuk keamanan dan kenyamanan berkendara. 

Selamat mengurus.


Senin, 15 Juni 2020

Ibuku Menjadi Doraemon

Hari Minggu pagi yang cerah, waktu sudah menunjukkan pukul 8.00, dengan gontai kulangkahkan kaki menuju ruang tengah untuk menonton televisi. Di jam ini ada tontonan kesukaanku, film kartun Doraemon. Entah kenapa sejak kecil sampai sebesar ini aku menyukainya. Meski setiap aku menontonnya, ibu selalu komentar, "udah tua bangka masih aja nonton begituan". Dan selalu kujawab, hiburan Bu. 

Pagi ini aku masih mengantuk, tapi tidak akan kulewatkan film kartun kesukaanku ini. Sambil rebahan aku mulai menonton. Derai tawaku di dengar ibu dan ibu berkomentar, entah apa aku tak jelas mendengarnya. 

Lama kelamaan aku melihat, ibu berubah menjadi Doraemon dan menggandengku menuju pintu kemana saja. Aku teriak, ibu kita mau kemana? 
Ibu hanya tersenyum menggandengku. Aku tak bisa mengelak. Ibu membuka pintu kemana saja dan sampailah aku disebuah tempat yang dipenuhi pohon rindang, dipinggir sungai berbatu dengan suara gemericik air yang menentramkan. 

Ibuuu, aku guncang kembali badan Doraemon yg masih menggandengku, ibu hanya tersenyum. Aku bertanya, ibu jadi Doraemon? Lagi-lagi ibu tersenyum. Lalu Doraemon itu pergi menjauh meninggalkanku sendirian duduk di tepi sungai teduh. Aku hanya terdiam. 

Tak lama, aku melihat ibu menggandeng bapak, jalan dari kejauhan. Aku mengerjapkan mata, apa benar itu bapak? Aku lari menyongsong mereka. Kupeluk keduanya, aku bertanya pada ibu, ibu sudah berubah? Ibu hanya tersenyum. Bapak menggandengku dan mengelus rambutku. Aku tanya bapak, bapak sehat? Bapak hanya menjawab dengan senyuman. 

Lalu kami bertiga berjalan menyusuri sungai dan duduk ditempat aku duduk tadi. Bapak dan ibu memandangiku dengan bahagia. Kemudian bapak berkata, "kamu sudah besar ya dek, jadi anak yang nurut sama ibu ya, bantu ibu, cepat selesaikan kuliahmu, biar bisa bantu ibu, bapak pamit dulu".  Hendak kubuka mulut ini untuk menjawab perkataan bapak, namun bapak sudah berlalu kembali menggandeng ibu. Aku cepat-cepat bangun dan hendak mengejar mereka. Namun mereka menghilang dengan cepat. Aku bingung, aku berteriak memanggil, "ibuuu... ibuu...." 

"Eh...bangun dek, banguuun,..." Aku merasa badanku di guncang-guncang. Aku membuka mata, ibu sudah di depanku, seketika itu kupeluk ibu. Ibu nampak bingung, kuciumi ibu, "maafin Adek ya bu, maaafin". 
Ibu semakin bingung, "kamu mimpi apa sih? Sampe teriak begitu". Kuceritakan kembali mimpiku. Dan ibu menitikkan air mata, lalu berkata "itu tandanya bapak minta didoakan sama kamu, sekaligus tanda, kalau mungkin ibu akan nyusul bapak segera, kamu mesti siap ya dek," lembut ibu mengusap kepalaku.
Seketika itu aku terisak, mengingat almarhum bapak yang berpulang ketika aku masih SD. Ah, ibu aku masih ingin ditemani.