Rabu, 15 Juni 2016

Ramadhan Kesepuluh





Ramadhan 1437 H
Siang hari yang terik, aku membaca sebuah selebaran berita bahwa hari itu tanggal 10 Juni 2016. Tiba-tiba air mata mengalir begitu saja, beberapa hari lagi tanggal itu datang. 

10 hari Terakhir Ramadhan 1427 H
“Assalamualaikum mah..”
“waalaikumsalam, kenapa neng?”
“efi pulangnya besok ya, sore, abis buka Insya Allah sampe rumah”
“kenapa begitu?”
 “besok abis dzuhur ngaji dulu, trus malem ini mau i’tikaf di Masjid At Tin taman mini, boleh ya?”
“lah..i’tikaf mah harus ama muhrim kali, masa sendirian begitu?”
“gapapa lah...ya..boleh ya...okeh..okeh?”
“ya udah lah ati-ati ya”
“hehe alhamdulillah..makasih mah, salamualaikum.”
“waalaikumsalam”
Hufftt...legaaaa..kututup gagang telepon koin itu dengan penuh sukacita, lalu bergegas menuju kamar kos dan langsung mempersiapkan semuanya.
Sore itu angkot merah mengantarkanku menuju tempat tujuan, Masjid At Tin. Pertama kali nya dalam hidupku, berangkat i’tikaf seorang diri tanpa teman. Kulewati semua ibadah ramadhan malam itu dengan khusyu’. Tiba saat qiyamul lail, ada do’a spesial yang kupanjatkan malam itu.
“ Ya Allah, hamba memohon kepadamu, jika Engkau takdirkan hamba menikah, maka pertemukanlah hamba dengan jodoh hamba yang dapat menguatkan hamba di jalan dakwah ini, jodoh yang dapat membuat hamba terus berada di jalan ini, jodoh yang dapat mengokohkan perjalan panjang ini. Namun bila Engkau takdirkan hamba untuk tidak menikah maka kuatkan dan mudahkan hamba untuk membuat bidadari cemburu pada hamba dengan segala amal shaleh yang hamba lakukan, aamiin.”
Doa itu terus berulang-ulang terucap dari bibir ini, tanpa terasa waktu sahur tiba.
Setelah dhuha kutinggalkan masjid At Tin dengan mantap dan berdoa dalam hati, semoga tahun depan bisa i’tikaf lagi. Tujuan selanjutnya adlaah bertemu teman-teman seperjuangan dan mendengarkan hiburan indah pekanan yang selalu aku rindukan.
Tiba ditempat tujuan kedua, ada satu perkataan sang guru yang tak akan pernah kulupakan, “kaka doakan semoga setelah Ramadhan nanti ukhti semua dapat hadiah ramadhan terindah dalam hidup..”
Kalimat penutup dari sang guru yang dengan segera kami aamiin kan.
Hadiah ramadhan itu datang di bulan Dzulqaidah, seseorang yang kemudian hadir disampingku, teman sejati yang Insya Allah sesuai dengan doa yang kulantunkan saat itu.


10 kali Ramadhan berlalu, dan besok, hari itu datang, hari dimana seorang lelaki mengucapkan janjinya dihadapan kakak pertamaku. Seorang lelaki yang telah hadir sesuai pintaku padaNYA, yang menguatkanku dijalan ini, mengokohkanku dijalan ini, menggandengku untuk terus melalui jalan ini. 9 Ramadhan kulewati bersamanya, berdua, lalu bertiga, berempat, lalu sekarang berlima. Malam ini begitu berbeda, aku memandang wajahnya, berbagai kerikil dijalan sudah kulewati bersamanya, berbagai kelokan kelokan tajam jalan ini, ketika aku sempat terseok ia selalu bisa membuatku bangkit dan tetap berjalan di jalan ini dengan genggamannya yang erat.
Di Ramadhan kesembilan ini perkenankan aku untuk melantunkan sebuah doa, 
“ Ya Allah satukan kami dalam nanungan cintaMu, berikanlah keberkahan dalam perjalanan pernikahan kami, berikanlah kekuatan kepada kami berdua untuk terus meniti jalan ini hingga maut memisahkan kami berdua, Ya Rahman yaa Rahim, pertemukan kami kembali di JannnahMu kelak..”

Senin, 06 Juni 2016

Nice Home Work #3 part#2 Kuliah Matrikulasi IIP Batch 1



Nice Home Woek #3 Part2
Buatlah Buku Untuk Masing-Masing anak, ini adalah sejarah untuk mereka. Didalam buku tersebut berisi pengamatan Bunda selama ini.
a.       Apa saja keunikan yang dimiliki anak-anak
b.      Kegiatan-kegiatan apa saja yang membuat mata mereka berbinar-binar?
c.       Prioritas Materi Kehidupan apa saja yang akan diberikan ke masing-masing anak secara bertahap?
d.      Fitrah-Fitrah apa saja yang akan anda perkuat untuk anak-anak secara bertahap?

Untuk menjawab NHW#3Part2 ini saya kembali memngingat NHW#2 yang pernah saya buat..
Memetakan potensi anak
Anak pertama, Nayla Belva Taqiiyah, Usia 8tahun
Fitrah ilahiyah: di usia Belva yang sekarang, belva sangat yakin kepada Allah, dan memiliki keyakinan berdoa yang sangat tinggi.
Fitrah Belajar: Belva mulai suka membaca buku, novel dan koran. Kesukaannya membaca membuat kami memintanya untuk menjadi salah satu relawan pembaca buku untuk nak-anak di taman bacaan warga yang kami dirikan.
Fitrah Bakat: sampai saat ini, Belva terlihat sangat menggemari 3hal: Memasak, Kelinci, dan Craft. Dari ke3 kami selalu melihat binar mata yang memancar dan melakukan ke3 hal tersebut belva tidak pernah bosan dan kami tidak pernah sulit meminta belva melakukannya. Sekarang belva setiap hari memasak minimal satu masakan untuk belva sendiri, maupun untuk hidangan keluarga. Di kelinci, kami sudah mempertemukan belva dengan maestro-nya dan mengikutkan belva kedalam komunitas peternak kelinci di depok dan belva dalam 2bulan ini sudah menjual kelinci hasil ternaknya. Untuk craft belva masih belum memilih ingin fokus dimana dan masih mengksplor.
Fitrah Perkembangan: di usianya ini belva mampu berpikir kritis.

Anak kedua, Fatimah Ghaziah Dhabitah, usia 4tahun
Fitrah Ilahiyah: Ghaziah sudah menunjukkan keinginan yang besar dalam mengenal Allah, mulai dari mengucapkan kalimat thayyibah, memuji Allah dan ber istigfar.
Fitrah Belajar: Ghaziah sudah menunjukkan ketertarikan dalam belajar mengaji dan membaca buku. Ghaziah sudah bisa menjelaskan buku kembali dengan baik.
Fitrah Bakat: Ghaziah masih mengikuti kakaknya dan sering membantu kakaknya mengurus kelinci dan masak.
Fitrah Perkembangan: Ghaziah sudah dapat mengingat berbagai peristiwa yang dialaminya dan ingatannya sangat kuat dan sudah bisa berpikir sebab akibat dengan baik.

Anak ke3, Muhammad Iftikhar Al Fath, Usia 2tahun

Kembali ke NHW#3 Part#2
a.       Keunikan anak
Anak Pertama: Nayla Belva Taqiyyah (usia 8th 2bulan)
Belva sejak kecil, memiliki kemauan yang kuat bila menginginkan sesuatu, selalu bersemangat dengan hal-hal baru yang disukainya dan akan mudah bosan bila hal baru itu tidak menarik hatinya. Ini sangat ekstrim buat belva, jadi saya menganggapnya ini adalah hal yang sangat unik karena kalau belva suka belva akan teruuus mengerjakannya tanpa ada kata bosan. Sekalipun hal tersebut sempat terlupakan sebentar, dan pada suatu hari kemudian belva menemukan kembalil hal itu, maka akan sangat mudah belva menyukai dan menggemarinya kembali dengan suka cita.
Hal ini berlaku untuk ketiga hal yang disukainya: memasak, kelinci, dan craft (stik eskrim, koran, menjahit, merajut, membuat kartu, dll)
Anak Kedua: Fatimah Ghaziah Dhabitah (usia 4tahun 2bulan)
Ghaziah sangat mudah menghibur diri sendiri disaat sedih dan bila merasa tidak nyaman dengan lingkungannya ghaziah akan berusaha mencari cara untuk tetap bahagia dengan ucapan-ucapan positif yang menyenangkan.
Anak Ketiga: Muhammad Iftikhar Al Fath (usia 2tahun 1pekan)
Sampai saat ini, yang unik dari alfath di usianya yang baru menginjak umur 2tahun adalah dapat dengan mudah menyebutkan benda yang ditemuinya, terutama di jalanan. Meskipun benda-benda yang dilihatnya bergerak cepat, al fath dapat mengenalinya dengan mudah.

b.      Kegiatan-kegiatan apa saja yang membuat mata mereka berbinar-binar?
Anak pertama: Belva
Sudah terlihat matanya berbinar ketika belva mengerjakan 3hal: memasak, kelinci, dan craft
Untuk anak kedua dan ketiga masih dieksplorasi, karena selalu berbinar setiap melakukan kegiatan baru.


c.       Prioritas Materi Kehidupan apa saja yang akan diberikan ke masing-masing anak secara bertahap?
d.      Fitrah-Fitrah apa saja yang akan anda perkuat untuk anak-anak secara bertahap?
Untuk kedua point diatas kami menggunakan 10 karakter kepribadian muslim Imam Hasan Al Banna sebagai acuan kami mengembangkan fitrah dan karakter anak dan kami menurunkannya dalm kurikulum yang akan kami evaluasi setiap bulan. 

berikut kurikulum untuk anak-anak kami yang telah saya sepakati dengan suami...

Kurikulum untuk Belva, Usia 8th






Kurikulum untuk Ghaziah, usia 4tahun



 kurikulum untuk Alfath, usia 2tahun



akhirnya....saya dan suami memiliki acuan yang kami rancang sendiri untuk pendidikan anak-anak kami..semoga usaha ini membawa kami semua dalam keridhoan Allah....aamiin