Kamis, 26 Januari 2017

Hari#2 Saat Mamah Harus Keluar Rumah

Siang tadi mendengar berita keponakan tercinta terdiagnosa pembengkakan hati Dan Linda, langsung saja ingin segera menjumpai mereka di Tangerang. Setelah menelepon suami, dan mendapatkan persetujuan, langsung saya kumpulkan belva Dan ghaziah utk mengabarkan bahwa mamah nya harus ke rumah sakit utk tengok adik zahwan, mereka tidak bs ikut krn tidak akan bisa masuk.
Belva langsung mengiyakan Dan mengerti.. Alhamdulillah emaknya langsung lega..
Tinggal ghaziah yang langsung berteriak tidak mengizinkan mamahnya pergi. Negosiasi dimulai, saya menjelaskan perlahan perbedaan kamar tempatnya dirawat 2pekan lalu dng tempat adik sepupunya, saya jelaskan juga tentang prosedur rumah sakit yang berbeda, saya jelaskan juga tentang banyak ya kuman Dan virus di rumah sakit. Setelah panjang lebar, hasilnya tetap todka berubah, ghaziah tetap tidak setuju saya pergi.
Saya berinisiatif menunda melanjutkan penjelasan dengan alasan saya mandi dan solat ashar dahulu. Setelah selesai saya masih mendapatkan Ghaziah dengan mulut manyun nya Dan air mata yg berlinang. Saya pun berkata, mamah tetap harus pergi harus ketemu tante Dede, harus Kasih Saran ke tante Dede biar zahwan bisa main lagi sama smuanya. Tangisnya meledak, saya menyerah,  Dan menaikkan intonasi meminta ghaziah utk mandi Sore, ghaziah Mau mandi. Selesai mandi, saya peluk saya Minta maaf karena tadi sedikit marah. Tangisnya langsung meledak dipelukan saya, ketika ojek Sudah datang dia Masih Memeluk saya erat, saya Minta maaf sekali lagi sambil mengerahkan ya ke pelukan mba nya. Tangisnya makin keras..
Hari ini komunikasi saya dengan ghaziah berakhir petaka, penyebab yg bs saya simpulkan adalah:
1. Kepergian saya terlalu mendadak
2. Saya tdk mengontrol intonasi suara
3. Saya panik karena harus segera ke rs



Smg hari esok lebih baik..

#hari2
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar