Nenek Rambut Jagung
Behid the story:
Cerita pagi ini
dimulai saat alfath (3th) menemani saya menyiangi sayuran untuk jum’at berbagi
besok. Alfath memilih menguliti jagung muda dari kulitnya, terus alfath mulai
membahas rambut jagung yang seperti rambut nenek-nenek. Mirip dengan rambut umminya
(ibu saya yang rambutnya tidak hitam).
Mulai lah saya berkisah tentang nenek berambut jagung.
Pada suatu hari ada seorang nenek berambut jagung, rambutnya
mengkilap terkena sinar matahari. Nenek itu sedang berjalan, terus berjalan,
sampai nenek itu sampai disebuah pohon dan bertemu tiga anak yang sedang bermain,
“itu aku yang main sama oci dan bebel” Alfath ikut menyambung cerita.
Lalu nenek itu berteduh dibawah pohon sambil melihat ketiga
anak itu bermain, nenek itu merasa kehausan. Tidak lama kemudian nenek
menghampiri ketiga anak itu, nenek itu bertanya, “cucuku apakah da yang punya
minum? Nenek haus sekali. “aku ada nek, ayo minum punya aku aja nek” kembali
alfath menyambung cerita. (tiba-tiba muncul ghaziah yang sudah selesai mandi). Lalu
nenek menanyakan kembali, apakah cucu punya makanan? Nenek lapar, tadi jalan
lumayan jauh. Ghaziah langsung menyahut, ini nek, ada pisang goreng, silahkan
diambil (sambil memberi saya sepiring pisang goreng dari meja), saya ambil
pisangnya sambil mengucapkan, terimaksih cucuku. Saya pun memakan pisang gorengnya.
Terimakasih ya cucuku, sekarang nenek harus melanjutkan perjalanan kerumah cucu
ennek, nenek harus naik angkot satu kali lagi. Tiba2 ghaziah menyambung,
bolehkah saya antarkan nenek?, saya langsung menyahut, cucu ingin mengantarkan
nenek sampai naik angkot? Iya nek betul, ujar ghaziah. Terimakasih cucuku, cucu
baik sekali, smeoga jadi anak yang shalehah ya,. Nenek pamit dulu, terimaksih
minuman dan makanannya ya. Semoga cucu jadi anak shaleh shalehah.
Alhamdulillah, cerita tadi membuat saya terkaget dengan
segala perkembangan bahasa dan inisiatif kebaikan kedua balita saya ini.
#tantangan10hari
#level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Tidak ada komentar:
Posting Komentar