Rabu, 10 Januari 2018

Kisah keledai Dan sepeda listrik

Sore ini, kembali kukayuh sepeda listrik untuk mengantar mujahidahku bertemu ustadzah mereka. Sepeda listrik yang lucu Dan imut itu memang selalu menjadi penolong kala motor tidak ada.
Namun, ketika magrib menjelang, mujahidahku yang pertama sedikit keberatan ketika Tau bahwa ia akan diantar menggunakan sepeda listrik. Malu katanya, semua orang dijalan melihat kami. Aku hanya menghela nafas dan memintanya untuk tetap Naik, Karena sudah terlambat. Sambil menunggunya pakai kaus kaki, aku berujar, Ada kisah keledai, seorang anak Dan ayahnya yang akan mamah ceritakan pada kakak Saat disepeda nanti.
Jadilah sepanjang jalan, Saya menceritakan kisah itu seperti yg Ada di blog ini http://harian-hikmah.blogspot.co.id/2015/06/kisah-luqman-al-hakim-dan-keledai.html?m=1
Sambil mengayuh sepeda ketika menanjak, lalu menurun, lalu sampailah kami di masjid tempatnya menimba ilmu. Sesampainya dimasjid kujelaskan padanya, hauwa orang lain akan membicarakan Kita, tentang tingkah laku kita yang mereka lihat, tetap jalan sesuai yang Kita anggap benar selama itu tidak melanggar syariah. Jangan merasa terganggu dng pandangan Dan omongan orang lain, Karena Kita yg menjalani kehidupan Kita, Kita yg Tau kenapa Kita harus begini Dan begitu, tidak perlu orang lain Tau.

Ahhh sore yg penuh makna bersama mujahidahku yang beranjak menjadi wanita.......jangan cepat besar nak....mamah akan merindukanmu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar