Jumat, 27 Oktober 2017

Sepenggal kisah dari Film "Duka Sedalam Cinta"

Duka sedalam Cinta

Derai airmata Saya tak henti mengalir, sepertinya dari pertengahan film Sampai akhir. Lebay sepertinya, tapi tidak buat Saya, menurut Saya. Yup, Saya membaca Novel Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) itu cetakan pertamanya. Meski pinjam pada sahabat, novel, terutama cerita KMGP itu cukup menguras emosi Saya kala itu. 
Kisah Saya Dan Gita dalam novel itu sama sekali tak ada kemiripan. Hanya, kisah ttg mereka (Gagah & Gita) yg sdh yatim, yg kisahnya sama dengan Saya. Ketika Gita menemui hidayahnya disaat ajal sang Mas Gagah menjelang, Saya berbeda. Perjalanan Saya menutup aurat, menjadikan kisah Gagah Dan Gita jadi begitu saya resapi. Saya Punya kakak laki2 yang selalu membela Dan mem-back up Saya saat Saya mengambil keputusan besar dalam hidup. Sosok Mas Gagah, begitu menggambarkan seorang kakak laki2 yg bertanggung jawab pada adik perempuannya. Persis seperti sosok kakang (Kaka laki2) Saya. Kehadiran sosok kakak laki2 yg mendukung Dan mencintai adik membuat Saya merasakan kehadiran sosok Mas Gagah menjadi nyata adanya.
Dua puluh tahun lalu, kakang membantu saya menjelaskan ke mamah tentang keinginan Saya berjilbab, yang sangat ditentang habis2an Oleh mamah. Kakang membantu Saya Sampai akhirnya Allah mudahkan Saya, mamah mengizinkan Saya berjilbab, meski banyak catatan untuk Saya. 
Ketika memutuskan memilih laki2 yg sekarang menjadi suami pun, kakang yang memutuskan tanggal pernikahan kami dengan mudahnya. Kakang pun selalu hadir setiap Saya melahirkan, mulai dari anak pertama Sampai anak ketiga, bahkan terbang langsung dari sorong, untuk menengok Saya usai melahirkan anak ke3. 
Kakangpula yang meyakinkan Saya untuk menjalankan keputusan berhenti dari abdi Negara, empat tahun lalu. Kakang yang meyakinkan Saya bahwa urusan penjelasan pada mamah akan ditanganinya. Jalani apa yang sudah menjadi keputusanmu, mamah biar aku yang urus. Ahh kalimat itu...membuat Saya semakin baper saat adegan Mas Gagah benar2 Pergi...
Kakang pun kerap Kali membuat suami Saya terkaget2, karena komentar tentang Luka goresan ditubuh Saya yg terlihat olehnya. Ya...kakang memperhatikan setiap jengkal tubuh Saya, meski Saya sekarang bukan adik kecilnya lagi. kami sangat jarang bertemu. Namun, kakang selalu tau kalau Saya sedang tidak enak badan. Seketika itu pula pesan di wa Saya muncul, menanyakan kabar Saya. Itu hampir terjadi setiap saat Saya sakit.

Maka film ini, membuat Saya kembali memaknai cinta seorang saudara laki2 pada adik perempuannya. Membuat Saya menjadi baper Tak berkesudahan.....karena Tak terbayang bila suatu Hari nanti kakang Pergi meninggalkan Saya..... Seperti Mas Gagah Pergi meninggalkan Gita.....

Maka Duka sedalam Cinta, kembali membuat saya mengerti Akan cinta yang hakiki seorang kakak laki2 pada adik perempuannya yang Akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak...

Kangen kakang.....
Puri lele, 27Oktober2017, 00.55







2 komentar:

  1. MasyaAllah mba, beruntung punya kakak seperti beliau

    BalasHapus
  2. Nah, aq baru tahu dari sini kalau mba Efi punya kakak laki-laki

    BalasHapus