Desember 2017
Seperti desember-desember sebelumnya, kau selalu meminta kami pulang untuk mengisi liburan akhir tahun di Kebumen. Namun, kali ini aku tidak ikut bersamamu, hanya menitipkan dua anakku bersamamu dan semua keluarga, karena aku belajar bersama teman-teman IP Banyumas Raya Chapter Kebumen. Seperti biasa kau meyakinkanku untuk pergi mengisi kelas dan memastikan kaka dan mba baik-baik saja bersamamu. Sambil bersepakat kita kan bertemu di Pantai Bocor.
Selama menuggumu, aku dan mas melihat-lihat kebun papaya yang sangat luas terhampar di sekitar Pantai Bocor. Lalu aku dan mas melakukan swa foto di depan salah satu kebun papaya, dan mengunggahnya di media social. Itulah sejarah awal berdirinya Kebun papaya organik kami.
Februari 2018
Aku dan mas terus berbincang tentang kebun pepaya dan mempelajarinya.
Ketika kami berdua merasa mantap, kami mengungkapkannya padamu, kau menyambut ide kami dengan suka cita, dan berjanji kau akan membantu untuk menyampaikan ide kami kepada bapak.
Kami pun membicarakannya dengan bapak tentu saja dengan bantuan engkau.
Bapak menyetujui ide itu, bapak senang dan bahagia ada anaknya yang mau mengurus lahan yang selama ini hanya mengkrak dan ditanami pohon buah, namun hasilnya kurang maksimal.
Maret 2018
Alhamdulillah, penanaman pepaya dimulai, kau menemani kami menanam bibit-bibit pepaya itu. Senyummu merkah sempurna, kau membawakan kami banyak bekal untuk dimakan di kebun.
Panen perdana, aku takkan bisa melupakan hari itu, kau berfoto bertiga bersama aku dan mas, senyummu takkan kulupa. Akan selalu ada senyummu dalam setiap pepaya dewangga yang manis.
#Writober2020 #RBMIPJakarta #Dewangga #writoberday7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar